![]() |
| janda sex |
“Ya sudah dibuka saja tante.” pintaku.
Lalu tante melepas celanaku, dan
ketika tinggal CD yang menempel, tante terbelalak dan tersenyum.
“Wah, rupanya tante punya Mr. P lain
yang lebih gedhe.” Gila tante Rafa ini, padahal Mr. P-ku belum besar maksimal
karena terhalang CD.
Aksi meremas dan menjilat terus kami
lakukan sampai akhirnya tanpa aku sadari, ada hembusan nafas diselangkanganku.
Dan aktifitas tante terhenti. Rupanya dia sudah berhasil melepas CD ku, dan
sekarang sedang terperangah melihat Mr. P yang berdiri dengan bebas dan
menunjukkan ukuran sebenarnya.
“Tante.. ngapain berhenti?” aku
beranikan diri bertanya ke tante, dan rupanya ini mengagetkannya.
“Eh.. anu.. ini lho, punya kamu kok bisa segitu ya..?” agak tergagap juga tante merespon pertanyaanku.
“Gak panjang banget, tapi gemuknya itu lho.. bikin tante merinding” sambil tersenyum dia ngoceh lagi.
“Eh.. anu.. ini lho, punya kamu kok bisa segitu ya..?” agak tergagap juga tante merespon pertanyaanku.
“Gak panjang banget, tapi gemuknya itu lho.. bikin tante merinding” sambil tersenyum dia ngoceh lagi.
Tante masih terkesima dengan Mr.
P-ku yang mempunyai panjang 14 cm dengan diameter 4 cm.
“Emangnya punya om gak segini? ya
sudah tante boleh ngelakuin apa aja sama Mr. P ku.” Aku ingin agar tante
memulai ini secepatnya.
“Hmm, iya deh.” Lalu tante mulai menjilat ujung Mr. P.
“Hmm, iya deh.” Lalu tante mulai menjilat ujung Mr. P.
Ada sensasi enak dan nikmat ketika
lidah tante mulai beraksi naik turun dari ujung sampai pangkal Mr. P
“Ahh.. enak tante, terusin hh.” aku
mulai meracau.
Lalu aku tarik kepala tante Rafa
sampai sejajar dengan kepalaku, kami berciuman lagi dengan ganasnya. Lebih
ganas dari ciuman yang pertama tadi. Tanganku beraksi lagi, kali ini berusaha
untuk melepas CD tante Rafa.
Akhirnya sambil menggigit-gigit
kecil puting susunya, aku berhasil melepas penutup satu-satunya itu. Tiba-tiba,
tante merubah posisi dengan duduk di atas dadaku. Sehingga terpampang jelas
vaginanya yang tertutup rapat dengan rambut yang dipotong rapi berbentuk
segitiga.
“Ayo Pras, gantian kamu boleh
melakukan apa saja terhadap ini.” Sambil tangan tante mengusap vaginanya.
“OK tante” aku langsung mengiyakan dan mulai mengecup vagina tante yang bersih.
“Shh.. ohh” tante mulai melenguh pelan ketika aku sentuh klitorisnya dengan ujung lidahku.
“Hh.. mm.. enak Pras, terus Pras.. yaa.. shh” tante mulai berbicara tidak teratur.
“OK tante” aku langsung mengiyakan dan mulai mengecup vagina tante yang bersih.
“Shh.. ohh” tante mulai melenguh pelan ketika aku sentuh klitorisnya dengan ujung lidahku.
“Hh.. mm.. enak Pras, terus Pras.. yaa.. shh” tante mulai berbicara tidak teratur.
Semakin dalam lidahku menelusuri
liang vagina tante. Semakain kacau pula omongan tante Rafa.
“Ahh..Pras..shh..Prasr aku mau keluar.” tante mengerang dengan keras.
“Ahh..” erangan tante keras sekali,
sambil tubuhnya dilentingkan ke kebelakang.
Rupanya tante sudah mencapai puncak.
Aku terus menghisap dengan kuat vaginanya, dan tante masih berkutat dengan
perasaan enaknya.
“Hmm..kamu pintar Pras. Gak rugi
tante punya keponakan seperti kamu. Kamu bisa jadi pemuas tante nih, kalau om
kamu lagi luar kota. Mau kan?” dengan manja tante memeluk tubuhku.
“Ehh, gimana ya tante..” aku ngomgong sambil melirik ke Mr. P ku sendiri.
“Oh iya, tante sampai lupa. Maaf ya” tante sadar kalau Mr. P ku masih berdiri tegak dan belum puas.
“Ehh, gimana ya tante..” aku ngomgong sambil melirik ke Mr. P ku sendiri.
“Oh iya, tante sampai lupa. Maaf ya” tante sadar kalau Mr. P ku masih berdiri tegak dan belum puas.
Dipegangnya Mr. P ku sambil bibirnya
mengecup dada dan perutku. Lalu dengan lembut tante mulai mengocok Mr. P.
Setelah lebih kurang 15 menit tante berhenti mengocok.
“Pras, kok kamu belum keluar juga.
Wah selain besar ternyata kuat juga ya.” tante heran karena belum ada
tanda-tanda mau keluar sesuatu dari Mr.Pku.
Tante bergeser dan terlentang dengan
kaki dijuntaikan ke lantai. Aku tanggap dengan bahasa tubuh tante Rafa, lalu
turun dari tempat tidur. Aku jilati kedua sisi dalam pahanya yang putih mulus.
Bergantian kiri-kanan, sampai akhirnya dipangkal paha.
Dengan tiba-tiba aku benamkan
kepalaku di vaginanya dan mulai menyedot. Tante menggelinjang tidak teratur,
kepalanya bergerak ke kiri dan kanan menahan rasa nikmat yang aku berikan.
Setelah vagina tante basah, tante melebarkan kedua pahanya.
Aku berdiri sambil memegang kedua
pahanya. Aku gesek-gesekkan ujung Mr. P ke vaginanya dari atas ke bawah dengan
pelan. PErlakuanku ini membuat tante semakin bergerak dan meracau tidak karuan.
“Tante siap ya, aku mau masukin Mr.
P” aku memberi peringatan ke tante.
“Cepetan Pras, ayo.. tante sudah gak tahan nih.” tante langsung memohon agar aku secepatnya memasukkan Mr. P.
“Cepetan Pras, ayo.. tante sudah gak tahan nih.” tante langsung memohon agar aku secepatnya memasukkan Mr. P.
Dengan pelan aku dorong Mr. P ke
arah dalam vagina tante Rafa, ujung kepalaku mulai dijepit bibir vaginanya.
Lalu perlahan aku dorong lagi hingga separuh Mr. P sekarang sudah tertancap di
vaginanya. Aku hentikan aktifitasku ini untuk menikmati moment yang sangat
enak. Pembaca cobalah lakukan ini dan rasakan sensasinya. Pasti Anda dan
pasangan akan merasakan sebuah kenikmatan yang baru.
“Pras, kok rasanya nikmat banget..
kamu pintar ahh.. shh” tante berbicara sambil merasa keenakan.
“Ahh.. shh mm, tante ini cara Prasman agar tante juga merasa enak” Aku membalas omongan tante.
“Ahh.. shh mm, tante ini cara Prasman agar tante juga merasa enak” Aku membalas omongan tante.
Lalu dengan hentakan lembut aku
mendorong semua sisa Mr. P ke dalam vagina tante.
“Ahh..” kami berdua melenguh.
Kubiarkan sebentar tanpa ada
gerakan, tetapi tante rupanya sudah tidak tahan. Perlahan dan semakin kencang
dia menggoyangkan pinggul dan pantatnya dengan gerakan memutar. Aku juga
mengimbanginya dengan sodokan ke depan. Vagina tante Rafa ini masih kencang,
pada saat aku menarik Mr. P bibir vaginanya ikut tertarik.
“Plok.. plok.. plokk” suara benturan
pahaku dengan paha tante Rafa semakin menambah rangsangan.
Sepuluh menit lebih kami melakukan gaya tersebut, lalu tiba-tiba tante mengerang keras “Ahh.. Pras tante nyampai lagi”
Sepuluh menit lebih kami melakukan gaya tersebut, lalu tiba-tiba tante mengerang keras “Ahh.. Pras tante nyampai lagi”
Pinggulnya dirapatkan ke pahaku,
kali ini tubuhnya bergerak ke depan dan merangkul tubuhku. Aku kecup kedua
payudaranya. dengan Mr. P masih menancap dan dijepit Vagina yang berkedut
dengan keras. Dengan posisi memangku tante Rafa, kami melanjutkan aksi. Lima
belas menit kemudian aku mulai merasakan ada desakan panas di Mr. P.
“Tante, aku mau keluar nih, di
mana?” aku bertanya ke tante.
“Di dalam aja Pras, tante juga mau lagi nih” sahut tante sambil tubuhnya digerakkan naik turun.
“Di dalam aja Pras, tante juga mau lagi nih” sahut tante sambil tubuhnya digerakkan naik turun.
Urutan vaginanya yang rapat dan
ciuman-ciumannya akhirnya pertahananku mulai bobol.
“Arghh.. tante aku nyampai”.
“Aku juga Pras.. ahh” tante juga meracau.
“Aku juga Pras.. ahh” tante juga meracau.
Aku terus semprotkan cairan hangat
ke vagina tante. setelah delapan semprotan tante dan aku bergulingan di kasur.
Sambil berpelukan kami berciuman dengan mesra.
“Pras, kamu hebat.” puji tante Rafa.
“Tante juga, vagina tante rapet sekali” aku balas memujinya.
“Pras, kamu mau kan nemani tante selama om pergi” pinta tante.
“Mau tante, tapi apa tante gak takut hamil lagi kalau aku selalu keluarkan di dalam?” aku balik bertanya.
“Tante juga, vagina tante rapet sekali” aku balas memujinya.
“Pras, kamu mau kan nemani tante selama om pergi” pinta tante.
“Mau tante, tapi apa tante gak takut hamil lagi kalau aku selalu keluarkan di dalam?” aku balik bertanya.
“Gak apa-apa Pras, tante masih ikut
KB. Jangan kuatir ya sayang” Tante membalas sambil tangannya mengelus dadaku.
Akhirnya kami berpagutan sekali lagi
dan berpelukan erat sekali. Rasanya seperti tidak mau melepas perasaan nikmat
yang barusan kami raih. Lalu kami mandi bersama, dan sempat melakukannya sekali
lagi di kamar mandi.
Itulah pengalamanku dengan tante
Rafa. Ternyata enak juga bermain dengan wanita yang berumur 40-an. Semenjak itu
aku sering dapat telepon ajakan untuk berkencan dengan tante-tante. Rupanya
tante Rafa menceritakan hal kehebatanku kepada teman-temannya, nikmat mana yang
kamu ingkari hehe..
